Menggelinjang Kedinginan di Kedung Pedut, Girimulyo, Kulon Progo

Dugong Kedung Pedut

Sudah lama rasanya saya tidak menulis cerita perjalanan. Bukan karena malas, tapi memang satu tahun ini aktifitas saya bergelut dengan skripsi Lanjutkan membaca Menggelinjang Kedinginan di Kedung Pedut, Girimulyo, Kulon Progo

Iklan

Pemenangnya adalah Andritany dan Miftahul Hamdi


Nyanyian ejekan, lemparan botol ke dalam lapangan, sampai tembakan laser mewarnai jalannya pertandingan bertajuk El Classico Indonesia, Persib Bandung versus Persija Jakarta.

Teror sinar laser paling dirasakan oleh kiper Persija, Andritany Ardhyasa. Sebagai benteng terakhir klub berjuluk Macan Kemayoran menjadikan deputi Kurnia Meiga di tim nasional Indonesia ini sebagai sasaran oknum Bobotoh Persib.

Ya, laga Sabtu malam yang penuh drama itu, Andritany tampil sebagai dewa penyelamat Persija. Kartu merah yang diterima Sandi Sute, gelandang bertahan Persija membuat serangan Maung Bandung seperti tak terbendung.

Dari statistik pertandingan yang dirilis situs resmi Liga Indonesia Baru, dari total 8 tembakan, lima diantaranya mengarah ke gawang Andritany, dan satu tembakan meluncur mulus ke gawang.

Catatan ini melanjutkan performa impresifnya di Indonesia Soccer Championship 2016, dimana ia menjadi raja save dengan catatan 101 penyelamatan sepanjang turnamen. Jadi, masih mau menyimpannya di bench, Luis Milla ?

Hamdi KemBali, Semeton Dewata Happy

Bukan hanya Andritany yang mencuri perhatian di pekan 16 liga 1. Tercoret dari timnas U-22 di kualifikasi Piala AFC U-22, tak melunturkan semangat Miftahul Hamdi kala kembali ke klubnya, Bali United.

Kalah bersaing dengan Febri Hariyadi, Saddil Ramdani, hingga rekan seklub di Bali United, Yabes Roni, membuat Luis Milla memulangkannya lebih cepat ke tanah air.

Laga Bali United kontra PSM Makassar menjadi panggung pemuda asal Aceh. Masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua, Hamdi langsung merepotkan pertahanan PSM, terutama di sisi kiri lapangan tim Juku Eja.

Catatan satu assist dan satu gol dari Hamdi membuat suporter timnas Indonesia di dunia maya mempertanyakan keputusan Luis Milla mencoret namanya dari skuat Garuda muda.

Tidak ada raut wajah kecewa dari Cristiano Ronaldo dari Aceh ini. Justru lewat selebrasinya usai mencetak gol penutup Serdadu Tridatu, Miftahul Hamdi mengirim sinyal siap di panggil ke tim nasional lagi.

Call me maybe, Senor ?
Sumber gambar: instagram.com/miftahulhamdi17

Pitch Invasion Sebagai Bentuk Protes 

Pitch Invasion Bobotoh

Timeline lini masa sosial media saya tiba-tiba ramai oleh pemberitaan pertandingan Bhayangkara FC kontra Persib Bandung. Instagram, line, facebook, di semua platform sosmed riuh rendah dibahas netizen.  Lanjutkan membaca Pitch Invasion Sebagai Bentuk Protes 

Belajar Setia Kepada Manusia Biasa Bernama Totti

Francesco Totti

Roberto Mancini berkata, penyesalan terbesarnya adalah tidak sempat melatihnya. Antonio Conte memintanya untuk tidak pensiun dulu. Gianluigi Buffon menyebut merengkuh trofi Piala Dunia adalah momen terindah bersamanya. Dan tadi malam dinihari waktu Indonesia, seisi kota Roma menangisi perpisahannya.

Lanjutkan membaca Belajar Setia Kepada Manusia Biasa Bernama Totti

Surabaya Hanya Untuk Persebaya


Panas. Itulah kata pertama yang saya rasakan ketika sampai di terminal Bungurasih Surabaya. Ya, akhir pekan kemarin, saya menjejakkan kaki di Surabaya setelah sekian lama. Lanjutkan membaca Surabaya Hanya Untuk Persebaya

Fidel Castro Dan Maradona : Persahabatan Abadi Para Penari Kiri

Persahabatan fidel castro dan maradona

Kabar duka datang dari Kuba, negara di tengah Kepulauan Karibia. Pemimpin besar dan panglima besar revolusi negeri itu, Fidel Castro meninggal dunia Jumat 25 November 2016 lalu. Lanjutkan membaca Fidel Castro Dan Maradona : Persahabatan Abadi Para Penari Kiri

Candi (Lagi) Plaosan dan (Semacam) Wisata Kuliner Saoto Bathok Mbah Katro


Haloooo…..

Lama sekali nggak posting tulisan lagi, karena memang nggak ada yang bisa dijadikan bahan he..he..he. Eh tapi ndak juga ding, sebenernya saya melakukannya hari Sabtu 10 September kemarin sih. Oke, kali ini saya mau berbagi ke teman-teman pembaca sekalian pengalaman saya mengeksplor sekitar tempat tinggal saya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lanjutkan membaca Candi (Lagi) Plaosan dan (Semacam) Wisata Kuliner Saoto Bathok Mbah Katro

Candi Ijo, Surga Pemburu Sunset di Timur Yogyakarta


Bila teman-teman diminta untuk menyebutkan nama-nama candi yang ada di seputaran wilayah Jogja, apa yang kalian pikirkan ? Borobudur ? Prambanan ? Atau, Ratu Boko ? Lanjutkan membaca Candi Ijo, Surga Pemburu Sunset di Timur Yogyakarta

Akhirnya, Sang Garuda !


image
Bachdim, Boaz, Andik

Foto bolalob

6 September 2016 menjadi hari bersejarah untuk tim nasional Indonesia. Stadion Manahan, di Solo, Jawa Tengah menjadi saksi kerinduan yang terobati. Manahan berubah menjadi merah. Malaysia, sang lawan menjadi magnet suporter berduyun-duyun ke Stadion.

Permainan tim arahan Alfred Riedl menurut saya cukup baik, terutama di babak pertama. Trio Boaz Solossa, Irfan Bachdim, dan Andik Vermansyah berhasil mengobrak-abrik pertahanan Harimau Malaya. Terbukti dari tiga gol yang tercipta, semua berawal dari blunder pertahanan Malaysia yang kikuk menghadapi serangan Indonesia. Pergerakan trio BBA, ditunjang dukungan dari Evan Dimas dan Zulham Zamrun di lini tengah sungguh sangat menghibur. Padahal, tim pelatih dihadapkan pada kesulitan memilih pemain karena peraturan aneh dari operator turnamen Torabika Soccer Championship, bahwa setiap klub hanya boleh mengirim 2 pemain untuk seleksi timnas. Aturan yang absurd bin aneh.

Hasil akhir 3-0 untuk Indonesia saya rasa cukup pantas didapat. Penggawa timnas seakan paham dengan keinginan publik untuk meraih kemenganan, apalagi lawan yang dihadapi adalah Malaysia. Dukungan luar biasa publik bola kota Solo serasa memberi energi tersendiri, selain aksi koreo cantik mereka dari tribun penonton di babak kedua.

Terimakasih Garuda, terimakasih Solo.